[REVIEW] The Surge

Bagi mereka yang pernah memainkan franchise Dark Souls, pasti akan merasa familiar ketika memainkan The Surge.

Tapi bagi anda yang tidak tahu, mungkin akan bertanya apa itu The Surge?

The Surge adalah sebuah game action futuristic yang combat nya ter-inspirasi nya dari franchise Dark Souls, Dark Souls sendiri memang terkenal dengan tingkat kesulitannya yang mampu membuat gamer kewalahan saat memainkannya.

Developer The Surge sendiri pernah membuat game dengan genre serupa yaitu Lords Of The Fallen, mengambil tema yang mirip dengan Dark Souls (medieval) tapi sayangnya game tsb dinilai jelek oleh para fans dan kritik.

Review :

Jadi, kita akan kembali kepada pertanyaan awal, apakah The Surge dapat melepas jenuh anda?

Bagi mereka yang sudah mencintai genre seperti Dark Souls pasti akan jatuh cinta ketika memainkan The Surge. The Surge memang terinspirasi dari Dark Souls, tetapi ia menambahkan bumbu-bumbu nya sendiri kedalam game ini yang membuat game ini makin seru dan brutal tentunya!

Bumbu-bumbu Tambahan (Kelebihan):

Salah satunya bumbu itu adalah exp multiplier. Fitur yang sebelumnya ada di game Lords Of The Fallen kembali lagi di The Surge. Exp multiplier adalah sebuah mekanis yang memungkinkan anda mendapatkan exp/uang dengan bonus tertentu sesuai dengan banyaknya musuh yang anda bunuh. Makin banyak musuh yang anda bunuh makin besar pula bonus tsb. Tapi jika anda pergi ke sebuah checkpoint dan mendeposit uang yang telah terkumpul, maka exp multiplier tsb akan hilang. Dengan adanya mekanis ini player dapat mengambil resiko dan terus membunuh musuh untuk mendapatkan bonus yang mengiurkan, atau mereka bisa saja bermain aman.

Ada lagi mekanis yang brilliant di dalam game ini. Di dalam Dark Souls, ketika player mati, mereka akan meninggalkan semua “uang” yang telah didapat di tempat mereka terbunuh, sehingga kita harus pergi dari checkpoint dan mengambil kembali uang tsb. Tetapi di dalam The Surge, kita diberi waktu untuk mengambil “uang” tersebut. Jika dalam batas waktu yang diberikan kita tidak dapat mengambilnya, maka uang tsb hangus. Mekanis ini memaksa player untuk buru-buru mengambil uang tsb dan disamping itu, tetap harus waspada dengan keberadaan musuh di map.

Combat di dalam The Surge sendiri terasa mirip dengan Dark Souls, player bisa melakukan block & dodge, ada banyak variasi senjata dengan plus dan minus nya masing-masing, player juga harus mempelajari moveset musuh untuk tahu kapan harus menyerang/mundur.

Tapi bagian yang menurut saya paling memuaskan adalah sistem dismemberment nya. Di The Surge, player bisa memfokus kan serangan ke bagian tertentu dari musuh. Jika player tetap melakukan serangan kepada bagian tersebut, player akan meng-trigger sebuah finishing move yang terlihat sangat brutal dan memuaskan. Disamping itu player juga akan mendapatkan armor musuh dari bagian yang di fokuskan tersebut. Mekanis ini membuat combat sedikit lebih kompleks karena dengan memfokuskan serangan pada bagian yang tertutupi oleh armor akan memberikan loot yang lebih bagus. Tetapi akan membuat combat semakin berbahaya.

Plot:

Plot dari cerita ini memang terlihat menarik, pada beberapa jam pertama kita akan bertanya-tanya dan penasaran terhadap kelanjutan cerita. Akan ada momen yang membuat kita berkata “Wow”. Dialog antar NPC yang menjelaskan cerita lebih lanjut (bahkan beberapa NPC akan memberikan side-quest), audiolog yang tersebar di map, dan detail kecil yang bisa di temukan di environment sekitar membuat kita penasaran terhadap cerita. Tetapi sayangnya dengan seiring berjalannya waktu, story terasa membosankan dan sangat cliche.

Kekurangan:

Tidak seperti Dark Souls, di The Surge player diberikan sebuah karakter default bernama Warren. Walaupun player tidak bisa meng-customize karakternya, player diberikan kebebasan karena tidak adanya sistem class. Sayangnya Warren tidak terlalu menarik, tak banyak hal di dalam story The Surge yang bisa membuat player “peduli” terhadap Warren.

Walaupun environment The Surge di desain dengan sangat baik, sayangnya player akan cepat merasa bosan. Setting tempat terasa diulang-ulang. Walupun memang ada level yang unik, tidak ada level yang membuat kita mengucapkan kata “Wah” level dipenuhi dengan container, lorong kecil, gudang, dsb.

Kesimpulan The Surge 2:

Apakah The Surge dapat melepas jenuh anda?

Jawabannya adalah Ya! Tentu, dengan combat yang sangat fluid, tidak adanya sistem class yang berarti memberi kebebasan bagi player untuk memilih senjata yang mereka suka, setting sci-fi yang di desain dengan sangat baik. Terutama gore yang dapat dilakukan ke musuh demi mendapatkan armor adalah suatu hal yang sangat memuaskan. Terutama bagi mereka yang sudah memainkan game Dark Souls, akan ada banyak hal yang tidak asing lagi bagi mereka.